cerita yang dikarang sendiri

October 19, 2005

Pembentukan Cinta

bidang: love

A boy ask to me,”What is Love?”
I answer,”Love is pain.”

Ini cuma khayalan pengarang!!!

Dulu setelah Adam dan Hawa terbentuk, Tuhan menciptakan sesuatu yang begitu dahsyat, bernama MAUT. Saking dahsyatnya, neraka terpecah belah dan surga terkena goncangan keras. Para malaikat menangis dan semua iblis terpotong-potong. Dengan susah payah, Jibril bertanya pada Tuhan, apa yang barusan Dia buat. Tuhan menjawab satu kata yang membuat semua ciptaannya membeku.

“Aku menciptakan MAUT.”

Jibril menangis tersedu. MAUT itu seperti kutukan yang menghantui setiap makhluk yang Dia ciptakan. Selalu berdiri pada akhir setiap bab kehidupan. Adam dan Hawa sangat ketakutan melihat wujud MAUT itu.

Suasana sangat sunyi setelah MAUT diciptakan. Lalu MAUT meminta pada Tuhan satu malaikat pencabut nyawa untuk menemaninya. Tuhan mengabulkan permohonan itu.

Adam memohon kepada Tuhan agar tidak menciptakan sesuatu yang lebih menakutkan ketimbang MAUT. Setelah ratusan tahun, permohonan Adam dikabulkan.

Lalu Tuhan menciptakan CINTA.
CINTA yang terlihat sebagai sesuatu yang indah dan penuh bahagia. Lalu Adam sangat senang, dia berkata pada Tuhan,”Engkau telah menciptakan sesuatu yang sangat indah. Aku lupa segalanya. Aku hanya melihat CINTA. Bahkan aku bisa melupakan MAUT dan kengeriannya! Terima kasih Tuhan!”

Kalau saat itu aku sudah diciptakan, maka aku akan berkata pada Adam,”Tidak ada kebahagiaan didalamnya. Kesenangan itu hanyalah kepahitan yang tertunda. Pahitnya melebihi pahit empedu kita. CINTA lebih kejam dari MAUT. MAUT terasa sebentar, tapi CINTA terasa sangat lama. CINTA begitu menyiksa. CINTA adalah penderitaan. Love is PAIN.”

A in Fight!

bidang: daily

Ami: (berteriak) GW ENGGAK NGERTI AMA LO!
Arya: Engga usah pake teriak kenapa sih?
Ami: YA JELAS AJAH! GW TUH KESEL BANGET AMA LO!
Arya: Emangnya engga bisa ngomong lebih pelan?
Ami: ENGGA! BIAR AJA SEMUA ORANG TAHU!
Arya: Terserah lo! Lo emang bikin malu aja!
Ami: APA? JADI GW BGITU SELAMA INI MENURUT LO?
Arya: Gue bilang nggak usah pake teriak! Nyebelin banget sih?
Ami: BIARIN! BIAR LO TAHU KALO GUE LAGI MARAH AMA LO!
Arya: Halah! Terserah deh terserah!
Ami: AYO SELESAIKAN DISINI! LO BAWA SENJATA KAN?
Arya: Apa-apaan sih lo? Engga tahu malu banget! Kayak anak kecil!
Ami: DARIPADA LO YANG BELAGAK SOK DEWASA! CIH!
Arya: Apa? Lo nantang gw? NANTANG?
Ami: AYO! SIAPIN SENJATA LO! HAJAR-HAJARAN SINI AMA GW AMPE MAMPUS!
Arya: Elo memang enggak tahu diuntung!

Pertengkaran mulut berubah menjadi sebuah pertempuran fisik. Ami dan Arya sama-sama tidak mau mengalah. Mereka juga tidak ada yang mau meminta maaf. Kata maaf adalah kata yang paling jarang diucapkan. Ami, dengan ilmu kendonya berkali-kali menghajar Arya. Arya berusaha mengelak dan bertahan dengan ilmu karatenya. Terlalu lama bertahan, Arya jadi tersulut emosinya, dia juga mulai menyerang Ami.
Pertempuran yang dahsyat. Mereka seperti saling membenci sejak lama. Masing-masing marah yang berasal dari kekesalan yang amat sangat dalam tulang sumsum. Ami sangat marah begitu juga Arya. Keduanya mulai terluka. Sebenarnya Ami mempunyai tingkat bertarung lebih tinggi diatas Arya. Tapi Ami jarang mempraktekkan ilmu kendonya sedangkan Arya sering mennggunakan ilmu karatenya di setiap kesempatan.
Kemarahan dan luka fisik membuat keduanya makin kesal. Akhirnya keduanya mengeluarkan jurus andalan masing-masing.
Setelah itu tak ada yang bergerak. Keduanya pingsan.

October 5, 2005

Elfreda dalam luka lama

bidang: love

Sulit sekali bicara dengan Ade. Dari dulu lelaki itu punya sifat yang keras kepala. Sangat keras kepala. Kalau Elfreda sudah berargumen dengannya, bisa-bisa Ade tidak akan pernah mau mengalah. Elfreda tahu dia harus berbicara dengan Ade. Harus. Walaupun akhir-akhir ini Ade cuek bebek dengannya.

Sore itu Elfreda berhasil memaksa Ade untuk bertemu dengannya di sebuah taman. Ade datang terlambat. Mukanya masam. Pasti dia sangat keberatan bertemu dengan Elfreda sekarang.

Elfreda: