Pembentukan Cinta
A boy ask to me,”What is Love?”
I answer,”Love is pain.”
Ini cuma khayalan pengarang!!!
Dulu setelah Adam dan Hawa terbentuk, Tuhan menciptakan sesuatu yang begitu dahsyat, bernama MAUT. Saking dahsyatnya, neraka terpecah belah dan surga terkena goncangan keras. Para malaikat menangis dan semua iblis terpotong-potong. Dengan susah payah, Jibril bertanya pada Tuhan, apa yang barusan Dia buat. Tuhan menjawab satu kata yang membuat semua ciptaannya membeku.
“Aku menciptakan MAUT.”
Jibril menangis tersedu. MAUT itu seperti kutukan yang menghantui setiap makhluk yang Dia ciptakan. Selalu berdiri pada akhir setiap bab kehidupan. Adam dan Hawa sangat ketakutan melihat wujud MAUT itu.
Suasana sangat sunyi setelah MAUT diciptakan. Lalu MAUT meminta pada Tuhan satu malaikat pencabut nyawa untuk menemaninya. Tuhan mengabulkan permohonan itu.
Adam memohon kepada Tuhan agar tidak menciptakan sesuatu yang lebih menakutkan ketimbang MAUT. Setelah ratusan tahun, permohonan Adam dikabulkan.
Lalu Tuhan menciptakan CINTA.
CINTA yang terlihat sebagai sesuatu yang indah dan penuh bahagia. Lalu Adam sangat senang, dia berkata pada Tuhan,”Engkau telah menciptakan sesuatu yang sangat indah. Aku lupa segalanya. Aku hanya melihat CINTA. Bahkan aku bisa melupakan MAUT dan kengeriannya! Terima kasih Tuhan!”
Kalau saat itu aku sudah diciptakan, maka aku akan berkata pada Adam,”Tidak ada kebahagiaan didalamnya. Kesenangan itu hanyalah kepahitan yang tertunda. Pahitnya melebihi pahit empedu kita. CINTA lebih kejam dari MAUT. MAUT terasa sebentar, tapi CINTA terasa sangat lama. CINTA begitu menyiksa. CINTA adalah penderitaan. Love is PAIN.”