cerita yang dikarang sendiri

November 29, 2005

kaca

bidang: love

pertama kali aku melihatnya dari sebuah kaca yang tebal. dia ada disana. tersenyum. aku memandangnya tak berkedip.

hal itu terjadi dulu. dulu sekali. sampai aku lupa kapan waktunya.

sekitar 2 bulan purnama, aku melihatnya lagi dari kaca. dia masih tersenyum. aku mulai berpikir dia ini pasti orang gila. masak senyum2 aja? engga bisa ngomong apa? eh tiba2 dia mengucapkan sebuah kata lalu tersenyum lebar. aku bisa melihat deretan gigi putihnya. karena terhalang kaca jadi aku tak bisa dengar suaranya. yang aku tahu hanya tampangnya bukan suaranya. sayang sekali…

malam penuh bintang. malam yang hanya ada satu kali dalam 5 tahun. eh aku melihatnya lagi. dia masih tersenyum lebar. berkali-kali dia mengucapkan satu kata. tapi aku masih tidak mengerti apa yang dia ucapkan. suaranya kan tidak terdengar… tapi aku mulai menyukai senyum lebarnya itu.

teriknya matahari membakar lebih separuh tanah bumi ini. haus sekali rasanya. berkali-kali aku bermimpi bertemu dia. semua terasa begitu kacau. merasa ada sesuatu yang tertinggal disebuah kaca. aku melihat kaca tapi tak sekali pun bertemu dengannya. huhuhu…

ini perasaan apa ya? rindu? hehe… aku merasa sangat aneh…

akhirnya bisa juga melihatnya. senang sekali rasanya. lama sekali kami bertatapan. dia terus tersenyum, kadang tertawa. wah hebat nih. rasanya ada perasaan yang benar-benar keluar dari dalam hati untuk dia yang ada di balik kaca.

waktu itu banyak pohon tumbang karena hajaran kilat. kilat juga sempat menyambar kaca tempat aku melihat dia. kacanya jadi retak. makin hari makin retak. aku mulai cemas tak bisa melihat dia.

berhari-hari kutunggu didepan kaca. dia kok engga muncul-muncul juga. apa dia pergi?

setelah penantian panjang. dia terlihat dari kaca. kacanya sudah tidak bagus lagi. sudah setengah hancur. tapi dia tetap tersenyum walau seperti dipaksakan. aku tahu ada yang tidak beres.

malam itu angin begitu hebatnya. kacanya hancur berkeping-keping diterbangkan angin. dari sedikit pecahan kaca yang berserakan aku melihat dia. dia sudah tidak tersenyum lagi. malah menangis. hanya menangis. tidak menyebut satu kata pun. lalu dia pergi…

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://bojongvaganza.blogsome.com/2005/11/29/kaca/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>